Thursday, August 5, 2010

Kelas Jurnalistik di Detik.com

Hello bloggers, Saya baru benar-benar sempat nge-post-ing lagi, maklum sibuk (halah)
Nah, sekarang saya mau cerita tentang kemarin dapat kesempatan kelas jurnalistik di Detik.com
Here we go..

Pasti banyak yang nanya (bukan pasti sih tapi memang), dengan berbagai macam pertanyaan yang sebenarnya agak lebay, hehe.
"Kok bisa ikut kelas jurnalistik di Detik?"
"Gimana caranya?"
"Mau dong ikutan!"
"Pasti karena lo pinter deh bisa ikutan kelas jurnalistik"
"Pasti karena lo cantik jadi bisa ikutan kelas jurnalistik" <-- kalo yang ini bohong, lebay hehe.

Ceritanya, saya berkeliaran di twitter dan banyak memfollow jurnalis-jurnalis, dan tiba-tiba ada kesempatan ikut kelas jurnalistik di timeline mbak Ainun dengan akun twitter @pasarsapi , dan keterima. Hmm.. ngerasa beruntung sih pasti karena banyak ilmu yang nanti bisa dicuri, dan ternyata benar aja. Di hari H, suasananya nyantai banget, apalagi pembicaranya Budiono Darsono, Founder dan Pemimpin Redaksi Detik.com
Selama ini cuma tahu BDI (panggilan akrab Budiono, ga mau dipanggil Bapak atau Oom, kalo panggil dengan sebutan Oom bakal dikutuk jadi kaya, dengan akun twitter @budionodarsono) lewat twitter dengan celotehan dan guyonnya beliau. Pas ketemu langsung, 'nganga' banget karena asli orangnya kocak haha. Dengan penampilan yang santai banget, kaos, jeans dan sendal. Beliau cerita dan kasih materi tentang Online Jurnalism, berbagi cerita pengalaman dan ngejelasin gimana kerja di Detik. Dan saya benar-benar yakin pengen kerja di Detik, memang kemampuan dan bakat saya menuju ke jurnalistik dan art. Kebetulan, sahabat saya dicky dengan akun twitter @dickyardiann , juga sama-sama keterima daftar kelas jurnalistik. Saya memang janjian sama dicky saat mau berangkat ke Buncit Raya, kantor Detik. Baru jalan, hujan turun, neduh di Bakmi Margonda, bukan neduh sih tapi karena laper juga. Saat itu jam setengah empat sore, sedangkan kelas jurnalistik mulai jam empat teng! Akhirnya dengan ngebut makan dan ngebut bawa kendaraan ke Buncit, kami sampai di Gd. Aldevco Octagon Building. Tiba-tiba di depan lobby kantor Detik, GUBRAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!! Saya jatoh kepleset karena jalanan licin habis hujan, bukannya langsung berdiri, saya malah ketawa dulu sama dicky (dan satpam-satpam yang ada di situ juga) :D
Saya menuju lift dan ke lantai dua. Disambut dua orang yang meminta absen dan memberikan goody bag dari Detik (jarang-jarang dapet ilmu dengan GRATIS dan dapet ini itu). Nah, ini pintu masuk kantor detik, ada dua receptionist di sini dan dapt goody bag, kaos & payung..


sekitar jam enam sore, kelas jurnalistik selesai dan ditutup dengan acara makan bersama. Hebat lagi kan, uda dapat ilmu gratis, dapat hadiah, sekarang dapat makan (walopun cuma Hokben) dan minggu depan saat kelas membuat dan menulis berita, tiga penulis terbaik akan dapat hadiah Blackberry. Kelas gratis, dapat ini itu dan nanti beberapa orang bisa magang di Detik, dapat sertifikat, itu suatu keberuntungan yang bisa ikutan kaya gini. Dan masih ada dua kali pertemuan lagi buat kelas jurnalistik ini.

Nah makanya, cari ILMU, PENGALAMAN, dan berkenalan dengan banyak orang biar kita bisa dapat sesuatu yang bermanfaat. Jangan takut dibilang sok eksis, tapi dengan ke-SOK-EKSIS-an kita (tapi yang positif) plus ke-kreatifitas-an plus kemauan kita itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kita dan orang lain.
Jangan jadi manusia yang pelit ilmu, dari posting saya ini ada sedikit pelajaran yang bisa kita ambil, belum menjadi manusia sukses atau sudah sukses dengan punya segudang kelebihan, bagi-bagilah ilmu itu dengan cuma-cuma, berbagi dengan orang-orang yang memang ingin belajar, ingin memperkaya ilmu, ingin pintar dan ingin punya banyak pengalaman. Walopun sedikit, tapi jika bisa bermanfaat untuk orang lain, kenapa tidak?
Hidup itu harus bersusah-susah dahulu, senang-senang kemudian. Berusahalah dulu dengan semua tenagamu, selalu belajar, selalu mencari ilmu dan do'a (terlebih lagi do'a dari orang tua) itu adalah bekal dan akan menjadi hasil yang indah untuk menjadikan kita manusia yang sukses.

Cheers
Danke!

Wednesday, July 14, 2010

Jumat Lalu


Jumat yang lalu, saya jumpa dengan Papi saya. Maklum, Papi tinggal jauh di Palembang, jadi jarang ketemu. Tiba-tiba saya melihat kertas di atas meja, itu coretan Papi saya. Dan bodohnya, saya baru ingat, Papi saya memang suka gambar, jago dan tiba-tiba Papi saya mengajak saya untuk join buat logo perusahaan. WAW! Speechless! Yasudah, akhirnya saya bersih-bersih diri dulu karena tadi abis dari kosan. Dan teng jam 10, saya dan Papi anteng depan laptop sampai jam dua pagi. Haha, sederhana sih, karena memang yang punya perusahaan itu kakak saya dan temannya dan kebetulan mereka itu wanita, jadilah begini. Semua pilihan warnanya adalah pilihan warna dari pemilik perusahaannya dan LV itu adalah inisial nama dari mereka.
Cheers
Danke!

Beautiful day?

Tadi pagi saya masih celingak-celinguk di kosan, baru siang saya keluar menuju Rasuna Said, Kuningan. Well, mungkin interview buat magang ini bukan rezeki saya, senin kemarin saya juga interview dan public speakin, semua berjalan lancar dan makanya saya dipanggil lagi untuk balik tadi siang. Nah, Nah, saya ketemu dengan Ibu S, entah kenapa dia agak gimana sama saya pas tau background Design dan lagi beranjak buat logo. Yang bikin gue enek, S itu pake bilang, "Saya sebenernya cari orang yang benar-benar pengalaman di EO"
Tuh ya saya bold kata-katanya. Dan di sini saya mau terangkan. Saya kenapa coba daftar magang di situ karena saya lihat persyaratannya "mau belajar" BUKAN YANG SUDAH BERPENGALAMAN DI EO. Jadi salah siapa? Kalau mau cepet dapet nama pakai EO yang uda berpengalaman dong, katanya International?!
Saya bukan kecewa karena gimana-gimana, tapi cara ngomongnya itu, "Oh jadi background kamu CUMA desainer ya?" Haduh, kaya desainer apaan aja. Salahin dong yang nulis kriteria di internetnya itu. Lain kali harus pakai kalimat "DICARI EO YANG SUDAH BERPENGALAMAN DI BIDANGNYA BUKAN YANG MAU BELAJAR", mungkin itu lebih baik!

Nah, tadi saya langsung pulang ke kosan, nggak pulang sih, cuma mampir terus cari makan dan nyebrang dari Jalan Kapuk ke Depan Gunadarma, yang mana harus nyebrangin Margonda Raya. Saya benar-benar nunggu selama hampir 15 menit cuma buat nyebrang. Di situ ada zebra cross, tapi yang pada bawa mobil, bawa motor, angkot nggak mau ngalah, kesel-kesel tadi saya lewat aja sampai saya teriakin Bapak-bapak naik motor yang TIDAK-MAU-NGALAH!. Shit, tolong ya bagi warga Depok, santai aja sih bawa kendaraannya di Margonda, orang juga banyak yang mau nyebrang, jangan bawa ngebut-ngebut seenaknya aja. Atau nggak, cari cara dong Walkotnya, buat jembatan penyebrangan kek, jangan foto-foto Walkotnya aja dibanyakin.
Trims.

Saturday, May 8, 2010

Kosong, Lambat Laun Akan Terisi Hingga Luber

Ya tepat sebulan saya meninggalkan semua.

Meninggalkan bukan dalam arti kata sebenarnya. Ya, saya memutuskan untuk tinggal sendiri (kost), kenapa?
Drpd saya harus saling sikut di dalam rumah yg notabene saya nggak tau apa² tp saya yg kena. Dan saya lelah menjadi sasaran empuk itu.

Sudah, sudah, lanjut lagi.

Sebulan ini, saya punya banyak pengalaman. Kemandirian dan kekuatan hati yg saya dapat, nggak lupa KETENANGAN hati. Saya memilih jalan ini karena saya ingin mencari jati diri saya, saya mau survive tanpa mereka. Mereka yg selalu menyepelekan saya, merendahkan dan mencemooh saya. Sekarang dan nanti, ya saat itu pula akan saya buktikan semua.
Saya memang orang yg keras kepala jika saya punya argumen yg memang benar & saya akan pertahankan itu. Hanya itu! Saya tidak minta apa², yg saya minta hanya dukungan penuh dan do'a, bukan seperti kemarin², dulu².
Tapi, semakin kalian begitu sm saya, semakin saya kuat menghadapi semuanya. Saya memilih jalan ini agar tidak terjadi lg saling sikut! Saya mengalah, mengalah bukan berarti kalah kan?

Ya, saya hanya berkeluh kesah hanya sm Allah, Dia yg memberi saya jalan ini & Dia yg mengatur semuanya, jd kenapa saya harus gelisah? Kenapa saya harus takut?
Hanya bersabar, berdo'a, berusaha & meminta ampun tanpa meminta apa², Dia akan memberi yg lebih untuk kita :

Seperti sekarang, saat keadaan begini, terpuruk, justru saya tidak kehilangan orang² yg sayang, yg baik dan yg tulus. Mereka malah lebih ke saya, lebih sayang, lebih baik dan lebih perhatian.

Inget kata², "Orang yang baik, akan mendapat yang baik jg" INGAT??!!!

Jika memang saya jahat, dan saya memilih jalan ini, tidak akan ada orang yg perduli sm saya, saya yakin itu! Tp ini beda, HEY BUKA LAH MATA KALIAN!

Mungkin sekarang kalian melihat saya hanya dengan sebelah mata saja, tapi suatu saat kalian pasti melihat pembuktian saya. YA, SEMUA PEMBUKTIAN SAYA! Untuk apa saya begini, untuk siapa saya begini dan kenapa saya begini, kalian akan tau :)
Awalnya saya kosong, tp lama² saya akan terisi, terisi dengan kebaikan, kebahagiaan, ketenangan dan kejujuran hingga itu meluber kemana². Saya hanya bisa membuktikan saja, tidak sekarang mungkin nanti.

Tapi yg harus kalian tau, saat ini saya mendapatkan banyak keberkahan, ini memang hadiah dr Tuhan atas apa yg saya lakukan.
Bertemu, kenal dan dekat dgn orang-orang yg penyayang, baik, tulus membuat saya semakin hidup, semangat & menjadi acuan saya untuk mendapatkan dan meraih semua impian saya.

Tidak ada larangan kan, jika tidak punya segalanya kita tidak boleh punya mimpi? TIDAK ADA KAN?

Ya, terima kasih jg untuk orang² yg menganggap saya buruk, bohong atau apalah itu. Itu menjadikan saya lebih kuat. Hmm, jangan berbicara atau berkomentar kalau tidak tau sebenarnya.
Hanya Allah, diri saya dan pacar saya yg tau sesungguhnya, jd biarkan kalian menggonggong, saya akan berlalu dan timbul dgn kesuksesan saya.
Jangan bangga dgn apa yg kalian pny jika itu msh pny orang tua kalian atau uang dr orang tua kalian, jangan berpikir punya segalanya bs untuk ngapain aja!

Suatu saat saya akan berdiri tegap bersama pilihan saya dgn impian & mimpi yg sudah saya genggam saya raih.
"Kamu adalah perempuan kuat, nggak pernah nyerah sm hidup" dan "jadikan sabar sebagai penolongmu", itu kata² seseorang yg sudah mendampingi saya 3tahun lebih ini.
Jangan menjudge! Biarkan saya bahagia dgn apa yg saya pilih. Toh, jalan yg saya pilih ini ada tujuannya dan untuk siapa.

MAMI, ya hanya untuk mami. Jadi biarkan saya menjalani semua ini. Walaupun beliau tidak berada di dekat saya, saya akan selalu melakukan yg terbaik. You'll see, Mom :')

*MIN, terima kasih, terima kasih mamah teteh papah dan semua keluargamu yg sll baik & menjaga saya. Tetaplah disampingku untuk mendukung semua yg kujalani, tegurlah aku jika salah, tetapkan aku di jalan yg sesungguhnya.

Juga terima kasih untuk sahabat-sahabat dan teman-teman yg mengerti sesungguhnya dan tulus dgn pertemanan ini.

Biarkan, hidupku terisi hingga luber, semua ini perjuanganku untuk membuktikan. Perjuangan itu dari Nol, dari kosong, dan saya ingin mengisinya hingga luber kemana-mana :)

Cheers
-Elvanurisya Chalimatussadia-

Menantang Dunia tetapi Tidak Menantang yang Tuhan Beri

Ya pd awalnya saya seperti orang yg nggak bersyukur. KENAPA? Karena saya uda di beri begitu banyak keindahan, kebaikan, cinta dan kasih sayang dr orang-orang baik tapi saya malah merasa kurang bahkan belum cukup (itu memang sifat manusia, tidak pernah puas).
Tapi saat saya mengalami beberapa hal yg saya alami sebulan lebih kemarin. Saya awalnya sangat merasa sebagai orang yg nggak bersyukur, saya sadar akan hal itu, sangat sadar! Tapi mungkin saat itu saya mengikuti keegoisan saya tapi disisi lain saya merasa saya bodoh, saya tolol tidak sanggup berbuat apa-apa.
Ya, BODOH karena tidak melakukan apa-apa. Tidak bisa berdamai dengan keadaan yg seharusnya saya syukuri. Saya berubah! Bukan menjadi saya yg sebenarnya, saya yg ramah, yg sangat menyayangi orang-orang baik yg peduli dan sayang sm saya.
Tapi seiring berjalannya waktu, seseorang mengingatkan keegoisan saya, melepas saya. Oke, saya tersadar walau sebenarnya saya sadar tapi tidak untuk hal itu. Saya mengingat semuanya, flash back apa yg telah saya dapatkan, saya lalui, saya jalani dan saya menangis.

Tuhan, sebodoh itukah saya?

Setelah apa yg saya perjuangkan, setelah apa yg saya lakukan? Kesabaran, ketabahan, kesedihan bahkan kebahagiaan saya, berani saya pertaruhkan! BODOH MEMANG!
Entah kenapa saat saya ditegur, saya justru mengacuhkannya. LEBIH BODOH LAGI!
Setelah saya berpikir, kenapa saya mau mempertaruhkan semua itu? Kebahagiaan saya, bagian hidup saya, saya ingin pertaruhkan demi keinginan dan keegoisan diri saya. Hey, otakmu dimana neng?

Okay, saya kembali ke jalan yg benar. Ya, yg benar karena inilah jalan yg Allah beri buat saya, bukan keinginan saya tp apa yg saya butuhkan dan ini dr Allah.
Walaupun kemarin saya mendapat dukungan penuh, semangat tapi sesungguhnya jiwa saya terhempas pergi. Tidak sama, bahagia yg hanya sesaat, harapan yg semu!
Katanya, saat saya kembali dengan rasa syukur saya dan saya kembali dengan kehidupan normal seperti dulu tetapi dgn keadaan YANG-LEBIH-BAIK, jauh lebih baik, saya itu "menantang dunia". Ibaratnya banyak yg kecewa dgn hasil keputusan atas apa yg saya pilih.

KENAPA? Entah karena mereka melihat saya bahagia dgn yg baru atau apa, tapi jauh di dalam hati, saya lebih menginginkan seperti dulu, karena keadaannya lebih membaik :)
Ya, saya tidak akan menyerah walau nanti saya akan "menantang dunia", ingat TIDAK AKAN (insyaallah saya bisa dan kuat), karena yg saya pilih, yg saya jalani semua dr Allah, pilihan dan karena Allah SWT.
Lebih baik saya menantang dunia daripada saya harus menantang Allah, menjadikan saya tidak bersyukur atas semua yg Allah beri.


Terakhir, biarkan saya melanjutkan apa yg di kasih sm Allah, saya berani karena pada awalnya semua berjalan dgn baik, 3 tahun lebih yg lalu saya memilih bukan karena keegoisan tetapi dgn Sholat Istikharah yg memang diharuskan untuk memilih/menjawab disaat kita tidak mampu lg untuk memilih/menjawab semua pertanyaan itu.

Apakah itu terlalu berlebihan? Saya rasa tidak! Semua orang mempunyai jalan kehidupan masing-masing, JANGAN SALING SIKU! Biarkan saya bahagia, ya bahagia dunia dan akhirat. Kalian tidak tahu betapa bahagia, bersyukur dan beruntungnya saya. Ya beruntung, karena kebaikan dan kasih sayang yg tulus dr mereka untuk saya. Saya tidak pernah meminta, INGAT saya tidak pernah meminta tetapi mereka yg memberi kebaikan dan kasih sayang mereka itu untuk saya.
Jadi, bagi semua yg belum tahu bahkan TIDAK tahu apa yg sebenarnya, DIAM dan LIHATLAH! Bukan hak untuk berbicara, karena kalian tidak tahu apa yg sebenarnya. Mereka menyayangi bukan karena saya sok eksis, mereka suka saya bukan karena saya mendekati mereka, tapi karena hati mereka yg melihat sesungguhnya hati saya.

Biarlah, saya menjalani ini, toh ini buat dan memang untuk saya. Kenapa kalian yg repot?

BUKANKAH MELIHAT ORANG LAIN BAHAGIA ITU LEBIH INDAH? :))

Cheers
-Elvanurisya Chalimatussadia-