Wednesday, January 25, 2012

Si Cantik dan Alami di Utara Pulau Sumbawa


Pulau Moyo (dok. beingindonesian.tumblr.com)
Pernah mendengar orang “besar” sekaliber Mick Jagger dan juga Lady Diana berlibur di Pulau Moyo?
Pulau Moyo terletak di sebelah utara Pulau Sumbawa, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebuah pulau kecil nan cantik yang menawarkan keindahan alam dan bawah lautnya. Untuk mencapai Pulau Moyo cukup mudah. Perjalanan dengan mobil dapat ditempuh dari Sumbawa Besar ke Ai Bari, kampung pesisir yang terletak sekitar 20 kilometer  Utara Sumbawa Besar. Ai Bari yang dalam bahasa Samawa berarti air asin, merupakan kampung nelayan yang miskin fasilitas. Bila tak ingin repot, Hotel Tambora dan Kencana Beach Hotel di Sumbawa Besar, bisa mengatur perjalanan menuju pulau ini..
Daya tarik utama dari Pulau Moyo berada di bawah permukaan lautnya. Pulau Moyo dikelilingi oleh terumbu karang alami yang ideal untuk snorkeling. Untuk menikmati keindahan alam bawah laut dengan snorkeling atau diving, wisatawan dapat menyaksikan beragam jenis ikan, seperti ikan hiu dengan panjang kurang lebih dua meter, anemon, pelagik, belut, gropuers, dan manta.
Pulau yang seluas kurang lebih 30.000 hektar ini, memiliki ratusan kupu-kupu yang terlihat di balik semak belukar dan pepohonan. Selain keindahan lautnya, hutan yang indah dan nyaris tak tersentuh tiada habisnya. Bagi pecinta burung, terdapat 86 spesies di antaranya terdapat di Pulau Moyo dari 124 spesies di Pulau Sumbawa. Terdapat beberapa burung langka ditemukan di sini, salah satunya adalah Kakatua dan burung Gosong.
Memang, Pulau Moyo masih sangat alami dan disarankan jika berlibur ke pulau cantik ini didampingi oleh pemandu. Bila tidak didampingi pemandu, ada kemungkinan tersesat, namun anehnya setiap kali ada yang tersesat selalu dapat menemukan jalan keluar sendiri. Konon, “penghuni” di Pulau Moyo tidak suka mengganggu.
Berlibur ke Pulau Moyo tidak puas bila hanya sehari saja. Wisatawan tidak perlu khawatir. Karena, di Pulau Moyo terdapat sebuah resor yang menyediakan fasilitas menginap dengan menggunakan tenda. Belum banyak yang tahu tentang keelokan Pulau Moyo, promosi yang sangat sedikit dan jangkauan wisatawan yang jauh. Namun, bila ada keinginan untuk berlibur ke pulau cantik dan alami ini, jangan lupa untuk menyediakan waktu yang panjang dan dana yang cukup. (Elvanurisya Chalimatussadia)

Thursday, January 19, 2012

Nuansa Merah di Klenteng Sam Poo Kong


Setelah trip saya ke Dieng Plateau, kali ini sebelum kembali ke riuhnya Kota Jakarta, saya menyempatkan untuk kembali berjalan-jalan di Semarang. (sebenarnya bukan menyempatkan tetapi karena tiket full semua akibat libur natal dan tahun baru. :p)

(Pintu masuk Sam Poo Kong)
Saya memutuskan untuk pergi ke Klenteng Sam Poo Kong  pada 27 Desember 2011. Dengan harga tiket masuk Rp.3.000/orang, pengunjung bisa puas melihat klenteng yang sangat luas ini, dan untuk masuk ke klenteng tempat berdoa harus merogoh kantong lagi Rp.20.000-40.000. 

Klenteng Sam Poo Kong merupakan tempat persinggahan seorang Laksamana Tiongkok beragama islam yang bernama Zheng He/Cheng Ho. Menurut sejarah, Laksamana Zheng He sedang berlayar menelusuri pantai laut Jawa untuk tujuan politik dan perdagangan, karena ada awak kapal yang sakit, ia memutuskan untuk bersandar terlebih dahulu  di sebuah desa yang bernama Simongan, akhirnya ia memutuskan untuk beberapa waktu menetap ditempat tersebut. Banyak awak kapal yang menikah dengan penduduk setempat sehingga menetap di Simongan, namun Laksamana Zheng He harus pergi untuk meneruskan perjalanannya. Tak heran sampai sekarang daerah Simongan banyak dihuni oleh penduduk keturunan Tiongkok. 


(Patung Laksamana Zheng He)

Hampir seluruh bangunan bernuansa merah seperti baju yang saya kenakan saat berkunjung ke sana :p Di tengah klenteng ini terdapat halaman yang luas dan beberapa patung yang berdiri. Di bagian belakang terdapat pintu gerbang yang sangat besar juga terlihat beberapa buah lilin raksasa dan lilin ini dibiarkan terus menyala sampai habis.




(lilin)
Rasanya belum ke Semarang kalau belum mampir ke Klenteng Sam Poo Kong ini. Sekedar saran, jika ingin berkunjung ke klenteng ini pilihlah waktu-waktu yang sejuk dan tidak saat matahari sedang berani muncul karena di sana sedikit tempat untuk berteduh.
ENJOY!
Cheers, Danke!

Pasar Johar, Semarang


Hiruk pikuk Pasar Johar, Semarang
Siang hari saat panas terik di sepanjang pasar

Menggoyangkan Lidah dengan Mie Ongklok


Nah, mau tahu tentang Mie Ongklok?
Here we go,
Saat saya dan teman-teman dalam perjalanan pulang menuju Semarang dan hujan deras, kami tidak sengajaberhenti di sebuah rumah makan yang menyediakan makanan khas Wonosobo, Mie Ongklok. Dan rumah makan mie ongklok ini cukup ramai walaupun hujan turun dengan deras.


Tempat yang tidak begitu luas tetapi bersih. Kami memesan lima mangkok mie ongklok.
Tidak banyak yang berbeda dari mie-mie lain hanya saja penyajian dari mie ongklok dan bahan-bahannya yang berbeda. Mie ongklok dicampur dengan kubis dan kucai mentah, biasanya mie lain mencampurkan sawi. Cara menyajikannya cukup unik, mie, kubis, dan kucai mentah dimasukkan ke dalam saringan bambu lalu di “ongklok-ongklok” dicelup ke dalam air mendidih.
Untuk kuah, mie ongklok juga berbeda. Ada dua jenis kuah, yaitu kuah kental cokelat dibuat dari campuran saripati singkong, ebi, gula merah, dan lain-lain. Selanjutnya dengan kuah bumbu kacang. Tidak lupa bawang goring untuk menambah cantik mie ongklok. Rasa yang gurih kental juga manis sangat menggoyangkan lidah. Hangat dan bisa ditambahkan dengan sambal abgi penyuka rasa pedas, rasanya sangat pas untuk dimakan saat hujan.

Kurang pas kalau menyantap mie ongklok tanpa sate sapi, katanya sih mie ongklok paling pas dimakan dengan sate ini daripada yang lain. Ada juga tempe kemul khas Wonosobo dan cireng.
Sluuuurrrrppppp… Memang paling pas menyantap mie ongklok, tempe kemul dengan teh manis hangat. Mau coba kelezatan makanan ini?

ENJOY!
Cheers, Danke!
Place: Mie Ongklok Longkrang, Wonosobo

Here, THEY ARE!

Siapa yang menemani saya menikmati setiap kecantikan di Dieng? Here, THEY ARE! :)


Tag: @yeskalna @kreszz @muchtaufan @Kressantoso (ki-ka)