Tuesday, February 21, 2012

Dia.lo.gue dengan Tuhan

Semua tidak akan pernah sama. Semua tidak semudah membalikkan telapak tangan. Apakah semudah itu masa lalu hadir kembali merasuki denyut nadi dan mengalir dalam darah di tubuh ini?
Ah, aku sudah bahagia. Aku sedang menikmati keindahan dunia, kebahagiaan yang Kau beri. Kenapa jejak itu hadir kembali dalam ingatanku? Padahal aku sudah lupa. Tak ingat. Bahkan mungkin menaruh semua di belakang dan tak kubawa. Kenapa?
Dengan segala masa lalu yang indah, pahit, jejak itu hadir. Semudah itukah? Semudah itukah, Tuhan? Kau tahu betapa sulitnya aku berdiri. Betapa sulitnya aku bertahan untuk tidak terpeleset jauh ke dalam. Kenapa saat ini begitu mudah untuk terjebur dalam-dalam?

Tuhan, mengapa masa lalu mudah sekali masuk dan terperangkap sedangkan masa depan itu seperti angan-angan belaka?

Bantu aku keluar, Tuhan...

*Sebuah dia.lo.gue dengan Tuhan yang terjebak dalam masa lalu.

Saturday, February 4, 2012

Phi Phi Island di Indonesia, memang ada?





Disebut-sebut Phi Phi Island-nya Indonesia. Okay, let’s talk about the hidden and beautiful lagoon.
Pulau Sempu, sebuah pulau kecil di selatan Jawa. Berada di wilayah Kabupaten Malang, Jawa Timur. Pulau sempu merupakan pulau yang tidak berpenduduk dan di dalamnya hanya terdiri dari hutan berbukit, dan menjadi kawasan cagar alam.
Untuk menuju Pulau Sempu, dari Kota Malang kurang lebih empat jam ke Sendang Biru. Sesampainya di Sendang Biru perjalanan dilanjutkan dengan kapal atau perahu, menyebrang ke Pulau Sempu. Bagi yang ingin mengunjungi Pulau Sempu harus mendapatkan izin dan mengisi surat pernyataan. Sebaiknya bawalah perbekalan yang cukup dan air mineral karena selain tidak berpenduduk, track yang harus dilewati juga menguras tenaga.
Setelah sampai di Pulau Sempu, perjalanan tidak berhenti sampai situ saja. Masih harus berjalan melewati hutan dan jalan setapak yang dipenuhi lumpur, batu-batu karang, dan licin, kurang lebih 1-2 jam untuk sampai di The Hidden and Beautiful Lagoon, Segara Anakan. Di temani pepohonan hijau rindang dan besar juga akar-akar di sepanjang jalan setapak yang naik turun.
Perjalanan membutuhkan fisik yang kuat dan jelas melelahkan akan terbayar saat sampai dan melihat laguna biru yang cantik itu. Segara Anakan, sebuah laguna yang dikelilingi batu karang tinggi sebagai pembatas danau dengan laut lepas. Walaupun berbatasan dengan laut lepas dan hanya dibatasi batu karang, Segara Anakan bisa dinikmati dengan berenang atau snorkeling tanpa harus takut terseret gelombang.


Dari mana sumber airnya? Di batu karang tinggi itu terdapat lubang-lubang dan ombak laut selatan yang ganas menghantam karang, masuklah air ke laguna yang membentuk cipratan air yang putih dan sangat indah. Setelah bermain dengan air dan menikmati keindahan karang, jangan puas dulu, naiklah ke bukit karang, dan lihat hamparan luas Samudera Hindia yang biru, ombak yang sangat kencang dan sangat menakjubkan.
Jangan terbuai dengan keindahan Segara Anakan dan lupa waktu, karena harus kembali melewati hutan dengan jalan setapak untuk kembali bibir Pulau Sempu dan menyebrang menuju Sendang Biru. Pemandangan begitu indah, pasir putih, dan laguna yang sangat bersih dan tidak ada sampah, juga jejak kaki manusia. Seperti pulau yang terisolasi. Tak banyak yang tahu dan siapa sangka Indonesia juga memiliki laguna cantik seperti Phi Phi Island di Thailand. (Elvanurisya Chalimatussadia)

ENJOY!
Cheers, Danke!

Thursday, January 26, 2012

Dear Arina



Mungil, gigi berpagar (red. bracket), putih, mempunyai bibir seperti Suneo, salah satu tokoh kartun di Doraemon, dan terdapat sebuah tempat yang sangat luas di balik poninya itu. Hehehe. Who is she? Yes, she is Arina Yulistara. But I called her, Nenek. She is my best girl.

Memiliki watak yang cukup keras dan tidak mau disalahkan, itulah dia. Selama beberapa tahun kami bersahabat, begitu banyak cerita yang kami ukir. Dia adalah “jodoh” saya. Itu yang selalu saya bilang, begitu pula sebaliknya. Diam-diam kami memiliki hal yang selalu sama. Sengaja atau pun tidak (lebih banyak tidak disengajanya). Percaya?

Memakai baju dengan warna senada dengan gaya yang sama tanpa disengaja. Setiap minggu, ada saja hari yang tidak disengaja itu datang. Nyaris tak pernah bertengkar. Saling menyemangati dan setiap hari kami selalu memberi kabar walau hanya sekedar untuk bertanya “Di mana?” “Lagi ngapain?”. Hari kami penuh warna dan full of laugh. Susah, senang, sedih, pokoknya ketawa, apalagi kalau hari kami lewati bersama Kepongkepong.

KLIK! Itulah kami. Partner in crime! Terlalu banyak jika harus saya tuangkan tentang persahabatan saya dengan Si Nenek Centil ini di sini. But I just want the world to know, she’s my best friend. Dia selalu tahu bagaimana dan apapun keadaan saya. And the last…

“Dear Arina, thanks a lot, Nenek centil. Inget, jodoh lo itu gue, begitu pula sebaliknya. Dan siapa pacar kita sekarang hanya menutupi saja yang terjadi, hahahaha J just kidding! :p SUKSES untuk kita juga Kepongkepong. SEMANGAT! Semoga persahabatan kita sampai nanti. Saling mendoakan yang terbaik, ya. Love.”

Oiya, ketinggalan...

"JANGAN GALAU TERUS, YA! Hihihihi.."

Jarak. Lalu kenapa?

Jauh. Berpuluh-puluh kilometer. Tidak bertatapan. Hanya menggunakan teknologi yang ada sebaik mungkin. Rindu. Ya, menahan rindu.
Salah?
Tentu tidak.
Apa yang akan kau salahkan jika sudah cinta?
Tak ada yang salah dengan jarak. Tak pula dengan cinta. Juga rindu.
Lalu kenapa?

Wednesday, January 25, 2012

Lido, Alternatif Tempat Berlibur Bersama Keluarga


Danau Lido (view from Lido Lakes Resort)
Siapa sangka, tempat yang dulu adalah rawa kini menjadi danau untuk tempat berwisata dan melepas penat juga lelah dari kepadatan kota Jakarta. Cukup berkendara kurang lebih 1,5 jam menuju Lido menggunakan kendaraan pribadi, menuju perbatasan Bogor dan Sukabumi.
Akhir Desember 2010 (cukup lama :p), saya dan keluarga menyempatkan untuk berlibur di Lido, tepatnya menginap di Lido Lakes Resort & Conference. Lido resort dibangun pada tahun 1935 sebagai tempat peristirahatan dari Antonius Johanes Ludoficus Maria Zwijsen. Ia membangun sebuah hotel dengan arsitektur Belanda di dekat Danau Cigombong, Bogor dan dinamai Lido Resort. Hotel ini digunakan sebagai tempat istirahat dan area rekreasi. Sangat nyaman dengan fasilitas yang baik.


Lido Lakes Resort
Tak sah kalau tidak menikmati keindahan Danau Lido. Sore hari, saya dan Papi berkeliling sekitar hotel untuk melihat pemandangan dari Lido Resort. Sungguh elok danau yang terlihat hijau muda itu. Selanjutnya, saya pergi menuju ke arah Danau Lido bersama keluarga. Menuruni banyak anak tangga dan sampailah di pinggir danau. Menikmati keindahan Danau Lido tidak hanya dengan naik bebek-bebekan saja, tetapi juga bisa menyewa rakit untuk sekedar berkeliling, makan bersama keluarga di atas rakit, atau menikmati hidangan yang tersedia di restoran dengan view Danau Lido, juga bagi wisatawan yang mempunyai hobi memancing, di sisi utara danau terdapat tempat pemancingan ikan.
Kata siapa tak ada tempat wisata dengan udara yang sangat sejuk dan tak jauh dari kota selain Puncak? Transportasi menuju Lido juga tak sulit, menggunakan kendaraan pribadi atau angkutan umum. Danau Lido bisa menjadi salah satu alternatif untuk tempat berlibur dan melepas penat bersama keluarga atau pun teman.
*Ini sedikit foto-foto selama di sana, hehehe..







Narsis di Atas Rakit