Saturday, August 7, 2010

Pentingnya CTRL+S

Hello bloggers..
Saya lagi nguras otak buat design booklet. Ini permintaan tolong dari pacar saya, ya dia tahun ini menjadi Koor PubDok Prototipe 2010 di jurusan Ilmu Pemerintahan UNPAD, tempat dimana dia menuntut ilmu, cailaaaaahhh..
Karena kami punya usaha kecil-kecilan (masih kecil malah) di bidang design, jadilah booklet itu kami yang meng-handle, dengan data-data yang didapat dengan berbagi tugas dengan teman-temannya. Ya, saya beruntung kuliah di jurusan penerbitan, kenapa? Mata kuliah yang saya dapat lengkap, dari mulai jurnalistik, menulis, desain, fotografi sampai ke percetakan. Jadi saya nggak keki lagi ngerjain booklet ini. Hafal ukuran standar buku internasional dan segala yang dibutuhkan (karena UAS desain grafis saya semester kemarin buat buku, tapi dengan manual tanpa bantuan gadget sama sekali).
Dari mulai nge-konsep per-halaman, per-buku, cari ide, cari inspirasi, makan, minum, ngobrol, ketawa-tawa, tidur, browsing, kertas A4 dilipet-lipet nggak tau uda habis berapa, dan yang pasti dan yang nggak lain adalah BEGADANG. Walopun kata bang Haji Roma Irama, "Begadang jangan begadang.." tapi tetep aja kalo uda yang namanya kerja, suka lupa waktu, tau-tau pagi aja, berasa badan cape, punggung pegel, kaki cekot-cekot, mata senut-senut, gangguan jantung, muntaber, gatel-gatel, gunting-gunting rambut (WHOAAAA, LEBAAAYYYY) hehe :D
Kerja kalo ke-ASIK-an suka lupa waktu, apalagi kalo lagi enak-enaknya ide datang hilir mudik, keluar masuk, gonta-ganti, dan langsung di ctrl+s, waaahh nikmatnyaaaaaa! Tapi kalo lagi enak-enaknya begitu belum di-save dan tiba-tiba mati listrik dengan keadaan baterai laptop dicabut terus cuma nyambung ke colokan, dan uda ngedesign sampai enam halaman itu sangat sangat sangat menyesakkan, sekali lagi MENYESAKKAN!
Dan itu yang saya alami waktu saya lagi ngedesign tadi siang, di kost-an pacar saya. Tiba-tiba JLEP! aja mati, bukan bengong saya malah nangis kejer, sakit hati, pilu, perih, sedih, sesak dan lebay! Cuma bisa nangis, dan waktu pacar saya masuk ke kamar, dia bengong lihat saya nangis sesegukan kaya anak bocah, mau ketawa mungkin dia nahan, mau ikutan nangis dia cowo (malu kali ya), akhirnya dia keluar kamar terus nanya mati listrik dari PLN atau apa, ternyata listrik dimatiin sama mang cecep gara-gara ada juniornya pacar saya yang baru pindahan kost-an dan lagi ngebenerin listrik. Mungkin dia marah, dan bilang kalo mau matiin listrik nanya-nanya dulu.
Menurut saya percuma dia bilang gitu, wong uda ilang, wong uda mati duluan, lah ya sutralaaaahh, daripada tadi saya ngeluh, saya nyalain laptop dengan pasang baterai, dan baru buka illustrator dan photoshop, baru design sehalaman, langsung saya tinggal tidur. Dan saya meninggalkan kertas-kertas kerjaan, note yang isinya penting nggak penting karena lebih banyak saya coret-coret, hehe.


Memang kesalahan bodoh yang selalu dilakukan oleh desainer adalah lupa untuk dikit-dikit nge-save. Dan setelah berkali-kali mengalami hal bodoh yang menyesakkan itu, SAYA JADI TIDAK LUPA dan SELALU INGAT BETAPA PENTINGNYA CTRL+S, biar nggak sakit hati dan nangis kejer terus :P

Cheers
Danke!

Friday, August 6, 2010

Suasana kantor Detik


Ketinggalan foto-foto ruang redaksi Detik. Detik News, Detik Finance, Detik Sport, dan lain-lain. Ada juga foto yang lagi pada main PS, weleh weleh. Santai, pakaian tidak formal tapi cara kerja, etika, wawasan dan kreatifitasnya pasti ga diragukan lagi :)
Mudah-mudahan saya bisa kerja di situs terbesar ini, amin.

Cheers
Danke!

Thursday, August 5, 2010

Kelas Jurnalistik di Detik.com

Hello bloggers, Saya baru benar-benar sempat nge-post-ing lagi, maklum sibuk (halah)
Nah, sekarang saya mau cerita tentang kemarin dapat kesempatan kelas jurnalistik di Detik.com
Here we go..

Pasti banyak yang nanya (bukan pasti sih tapi memang), dengan berbagai macam pertanyaan yang sebenarnya agak lebay, hehe.
"Kok bisa ikut kelas jurnalistik di Detik?"
"Gimana caranya?"
"Mau dong ikutan!"
"Pasti karena lo pinter deh bisa ikutan kelas jurnalistik"
"Pasti karena lo cantik jadi bisa ikutan kelas jurnalistik" <-- kalo yang ini bohong, lebay hehe.

Ceritanya, saya berkeliaran di twitter dan banyak memfollow jurnalis-jurnalis, dan tiba-tiba ada kesempatan ikut kelas jurnalistik di timeline mbak Ainun dengan akun twitter @pasarsapi , dan keterima. Hmm.. ngerasa beruntung sih pasti karena banyak ilmu yang nanti bisa dicuri, dan ternyata benar aja. Di hari H, suasananya nyantai banget, apalagi pembicaranya Budiono Darsono, Founder dan Pemimpin Redaksi Detik.com
Selama ini cuma tahu BDI (panggilan akrab Budiono, ga mau dipanggil Bapak atau Oom, kalo panggil dengan sebutan Oom bakal dikutuk jadi kaya, dengan akun twitter @budionodarsono) lewat twitter dengan celotehan dan guyonnya beliau. Pas ketemu langsung, 'nganga' banget karena asli orangnya kocak haha. Dengan penampilan yang santai banget, kaos, jeans dan sendal. Beliau cerita dan kasih materi tentang Online Jurnalism, berbagi cerita pengalaman dan ngejelasin gimana kerja di Detik. Dan saya benar-benar yakin pengen kerja di Detik, memang kemampuan dan bakat saya menuju ke jurnalistik dan art. Kebetulan, sahabat saya dicky dengan akun twitter @dickyardiann , juga sama-sama keterima daftar kelas jurnalistik. Saya memang janjian sama dicky saat mau berangkat ke Buncit Raya, kantor Detik. Baru jalan, hujan turun, neduh di Bakmi Margonda, bukan neduh sih tapi karena laper juga. Saat itu jam setengah empat sore, sedangkan kelas jurnalistik mulai jam empat teng! Akhirnya dengan ngebut makan dan ngebut bawa kendaraan ke Buncit, kami sampai di Gd. Aldevco Octagon Building. Tiba-tiba di depan lobby kantor Detik, GUBRAAAAKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKKK!!!! Saya jatoh kepleset karena jalanan licin habis hujan, bukannya langsung berdiri, saya malah ketawa dulu sama dicky (dan satpam-satpam yang ada di situ juga) :D
Saya menuju lift dan ke lantai dua. Disambut dua orang yang meminta absen dan memberikan goody bag dari Detik (jarang-jarang dapet ilmu dengan GRATIS dan dapet ini itu). Nah, ini pintu masuk kantor detik, ada dua receptionist di sini dan dapt goody bag, kaos & payung..


sekitar jam enam sore, kelas jurnalistik selesai dan ditutup dengan acara makan bersama. Hebat lagi kan, uda dapat ilmu gratis, dapat hadiah, sekarang dapat makan (walopun cuma Hokben) dan minggu depan saat kelas membuat dan menulis berita, tiga penulis terbaik akan dapat hadiah Blackberry. Kelas gratis, dapat ini itu dan nanti beberapa orang bisa magang di Detik, dapat sertifikat, itu suatu keberuntungan yang bisa ikutan kaya gini. Dan masih ada dua kali pertemuan lagi buat kelas jurnalistik ini.

Nah makanya, cari ILMU, PENGALAMAN, dan berkenalan dengan banyak orang biar kita bisa dapat sesuatu yang bermanfaat. Jangan takut dibilang sok eksis, tapi dengan ke-SOK-EKSIS-an kita (tapi yang positif) plus ke-kreatifitas-an plus kemauan kita itu bisa menghasilkan sesuatu yang baik dan bermanfaat untuk kita dan orang lain.
Jangan jadi manusia yang pelit ilmu, dari posting saya ini ada sedikit pelajaran yang bisa kita ambil, belum menjadi manusia sukses atau sudah sukses dengan punya segudang kelebihan, bagi-bagilah ilmu itu dengan cuma-cuma, berbagi dengan orang-orang yang memang ingin belajar, ingin memperkaya ilmu, ingin pintar dan ingin punya banyak pengalaman. Walopun sedikit, tapi jika bisa bermanfaat untuk orang lain, kenapa tidak?
Hidup itu harus bersusah-susah dahulu, senang-senang kemudian. Berusahalah dulu dengan semua tenagamu, selalu belajar, selalu mencari ilmu dan do'a (terlebih lagi do'a dari orang tua) itu adalah bekal dan akan menjadi hasil yang indah untuk menjadikan kita manusia yang sukses.

Cheers
Danke!

Wednesday, July 14, 2010

Jumat Lalu


Jumat yang lalu, saya jumpa dengan Papi saya. Maklum, Papi tinggal jauh di Palembang, jadi jarang ketemu. Tiba-tiba saya melihat kertas di atas meja, itu coretan Papi saya. Dan bodohnya, saya baru ingat, Papi saya memang suka gambar, jago dan tiba-tiba Papi saya mengajak saya untuk join buat logo perusahaan. WAW! Speechless! Yasudah, akhirnya saya bersih-bersih diri dulu karena tadi abis dari kosan. Dan teng jam 10, saya dan Papi anteng depan laptop sampai jam dua pagi. Haha, sederhana sih, karena memang yang punya perusahaan itu kakak saya dan temannya dan kebetulan mereka itu wanita, jadilah begini. Semua pilihan warnanya adalah pilihan warna dari pemilik perusahaannya dan LV itu adalah inisial nama dari mereka.
Cheers
Danke!

Beautiful day?

Tadi pagi saya masih celingak-celinguk di kosan, baru siang saya keluar menuju Rasuna Said, Kuningan. Well, mungkin interview buat magang ini bukan rezeki saya, senin kemarin saya juga interview dan public speakin, semua berjalan lancar dan makanya saya dipanggil lagi untuk balik tadi siang. Nah, Nah, saya ketemu dengan Ibu S, entah kenapa dia agak gimana sama saya pas tau background Design dan lagi beranjak buat logo. Yang bikin gue enek, S itu pake bilang, "Saya sebenernya cari orang yang benar-benar pengalaman di EO"
Tuh ya saya bold kata-katanya. Dan di sini saya mau terangkan. Saya kenapa coba daftar magang di situ karena saya lihat persyaratannya "mau belajar" BUKAN YANG SUDAH BERPENGALAMAN DI EO. Jadi salah siapa? Kalau mau cepet dapet nama pakai EO yang uda berpengalaman dong, katanya International?!
Saya bukan kecewa karena gimana-gimana, tapi cara ngomongnya itu, "Oh jadi background kamu CUMA desainer ya?" Haduh, kaya desainer apaan aja. Salahin dong yang nulis kriteria di internetnya itu. Lain kali harus pakai kalimat "DICARI EO YANG SUDAH BERPENGALAMAN DI BIDANGNYA BUKAN YANG MAU BELAJAR", mungkin itu lebih baik!

Nah, tadi saya langsung pulang ke kosan, nggak pulang sih, cuma mampir terus cari makan dan nyebrang dari Jalan Kapuk ke Depan Gunadarma, yang mana harus nyebrangin Margonda Raya. Saya benar-benar nunggu selama hampir 15 menit cuma buat nyebrang. Di situ ada zebra cross, tapi yang pada bawa mobil, bawa motor, angkot nggak mau ngalah, kesel-kesel tadi saya lewat aja sampai saya teriakin Bapak-bapak naik motor yang TIDAK-MAU-NGALAH!. Shit, tolong ya bagi warga Depok, santai aja sih bawa kendaraannya di Margonda, orang juga banyak yang mau nyebrang, jangan bawa ngebut-ngebut seenaknya aja. Atau nggak, cari cara dong Walkotnya, buat jembatan penyebrangan kek, jangan foto-foto Walkotnya aja dibanyakin.
Trims.